Dalam Kunjungannya ke Kota Ternate, Direktorat Jenderal (Dirjen) Industri Kecil dan Menengah (IKM) Kementrian Perindustrian, Gati Wibawaningsih mengapresiasi langkah Pemkot Ternate melalui Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) yang membentuk Swalayan Tara No Ate untuk menampung hasil karya dari para pengrajin dari seluruh Kabupaten/Kota di Maluku Utara.
Swalayan Tara No Ate yang terletak di jalan Sultan Djaenal Abidin Syah, memang menyediakan kerajinan produk lokal yang dijual kepada wisatawan baik itu wisatawan domestic maupun wisatawan mancanegara. Dalam lawatannya, Gati mengatakan hal tersebut usai meninjau langsung Swalayan Tara No Ate, Selasa (17/1/17) pagi tadi. “Ini seperti One Stop Service, tinggal bagaimana kami dari pusat melakukan kerjasama seperti design baik kemasan maupun hasil-hasil kerajinan lainnya karena bahan bakunya sangat bagus,” katanya.
Ditambahkan Gati, untuk design pihaknya punya kerjasama dengan ITB, mereka itu nanti akan di arahkan ke Ternate untuk melakukan pendampingan guna meningkatkan karya para pengrajin, termasuk promosi. “Kita sekarang promosi pakai E-Smart IKM, yang promosinya menggunakan marketplace, tinggal datanya IKM dari Pemkot agar bisa kita masukan ke E-Smart IKM agar penjualannya lebih meningkat dalam artian dengan sistim online, omsetnya akan meningkat 70 persen. Sedangkan untuk permodalan, para IKM ini bisa menggunakan KUR yang saat ini bunganya
sedang diturunkan dari 9 persen menjadi 7 persen,” jelasnya. Sementara itu Walikota Ternate, Burhan Abdurahman pada kesempatan yang sama juga mengatakan, saat ini di Ternate terdapat 72 jenis IKM, yang akan kita kembangkan terutama pada desain dan kemasan.”Banyak IKM di Ternate, namun yang ada saat ini akan kita maksimalkan, termasuk 5 produk unggulan,” imbuhnya. Kota Ternate sebagai kota jasa dan perdagangan, sangat membutuhkan produk-produk lokal yang dihasilkan oleh para IKM, untuk itu kedepan segala kebutuhan para pelaku IKM ini akan digenjot agar bisa lebih berkembang lagi.
“Terutama seperti kain tenun khas Ternate yang sudah ada ratusan tahun, namun peroses pengerjaannya memakan waktu lebih hingga 15 hari, untuk itu generasi muda akan kita dorong melalui pembinaan agar mereka tertarik dengan usaha ini agar bisa meningkatkan produkai, karena ini sangat diminati oleh para tamu dan para wisatawan,” tutup Walikota.

360 total views, 1 views today